Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat: Pendampingan Masyarakat Dalam Pengembangan dan Penerapan Vertikultur dengan Urban Farming pada Lahan Sempit di Perkotaan

Tugas seorang dosen dalam sebuah Perguruan Tinggi tidak hanya mengajar saja, melainkan harus melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hal ini dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maka tim dosen program studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur yang terdiri dari Sri Kurniasih, S.T., M.Ars, Inggit Musdinar Sayekti Sihing, S.T., M.T dan Dody Kurniawan, S.T., M.T melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan masyarakat dalam pengembangan dan penerapan vertikultur dengan urban farming pada lahan sempit di perkotaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Januari 2020, bertempat di balai warga RW.02 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh kurang lebih 40 warga RW. 02 kelurahan Rawamangun serta aparat warga dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan.

Foto bersama aparat warga di tingkat RT, RW, dan Kelurahan Rawamangun

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di lokasi mitra yaitu di lingkungan masyarakat RW.02 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur. Permasalahan yang terjadi antara lain permukiman yang padat dan tingkat polusi udara di perkampungan kota, lahan terbuka hijau pada rumah tinggal yang semakin terbatas, karena lebih diutamakan untuk perluasan bangunan dan penghijauan secara konvensional yang dilakukan di halaman rumah semakin sulit, selain itu secara perekonomian diharapkan melalui urban farming mampu memberikan manfaat lebih, dalam bentuk penghematan konsumsi sayur-mayur dan pendapatan tambahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung program CAP (Community Action Plan) yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka penanggulangan kawasan kumuh di lingkungan perumahan dan pemukiman baik dari aspek ekonomi, sosial budaya dan fisik lingkungan.

Solusi yang ditawarkan untuk penyelesaian permasalahan akan penghijauan di perkotaan dengan lahan sempit adalah penyediaan penghijauan secara vertikal yang biasanya disebut dengan vertical garden. Tanaman yang ditanam di vertical garden pada umumnya adalah tanaman hias atau tanaman bunga, namun pada kegiatan ini tanaman yang ditanam berupa sayur mayur sehingga lebih dikenal dengan istilah vertikultur dengan urban farming yang artinya penghijauan secara vertikal dengan tanaman sayur mayur. Dengan demikian perlu adanya pendampingan masyarakat dalam pengembangan dan penerapan vertikultur dengan urban farming pada lahan sempit, terutama di lingkungan RW. 02 kelurahan Rawamangun. Pendampingan masyarakat berupa sosialisasi tentang vertikultur urban farming, workshop pembuatan vertikultur urban farming dan monitoring kegiatan.

Sebelum melakukan sosialisasi dan penerapan vertikultur urban farming di lokasi mitra, tim dosen Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur memulai kegiatan dengan melakukan pembenihan bibit tanaman yang dilakukan di kampus Universitas Budi Luhur. Pembenihan bibit tanaman ini berlangsung selama 2 minggu hingga 3 minggu. Selain pembibitan, kegiatan persiapan yang dilakukan adalah membuat contoh vertikular dari bahan pipa paralon dan botol bekas.

Pembenihan bibit tanaman
Bibit tanaman usia 1 hingga 2 minggu
Tiga model veltikultur

Setelah persiapan kegiatan di kampus selesai, kegiatan dilanjutkan di lokasi mitra yaitu balai warga RW. 02 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan sosialisasi tentang penghijauan di lahan sempit diawali dengan sambutan dari pihak RW, Kelurahan hingga ketua tim PPM dari Universitas Budi Luhur. Acara selanjutnya adalah pemaparan materi mengenai ruang terbuka hijau, penyediaan penghijauan dengan vertikultur urban farming. Pada sesi pemaparan materi terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari warga. Warga di RW.02 Kelurahan Rawamangun termotivasi untuk menyediakan dan membuat penghijauan secara vertikal pada lahan sempit. Hal ini terlihat dari sesi tanya jawab dan diskusi. Selain itu juga ada sesi pembagian doorprize bagi yang dapat menjawab pertanyaan dari tim PPM.

Kata Sambutan dari ketua RW. 02 dan perwakilan Kelurahan Rawamangun
Sesi penyuluhan

Tahapan akhir yang merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta adalah workshop membuat vertikultur dengan penanaman benih urban farming yang terdiri dari sayur kangkung, bayam merah, bayam hijau, selada, seledri dan sawi hijau. Di sela-sela workshop banyak warga yang berminat untuk membuat vertikultur urban farming dirumah masing-masing dan dengan antusias mereka melanjutkan diskusi dengan tim PPM prodi Arsitektur Universitas Budi Luhur meskipun kegiatan telah selesai.

Pengarahan dan tanya-jawab mengenai vertikular urban farming
Pembuatan dan penanaman vertikular urban farming bersama warga

Di akhir kegiatan ini, tim PPM Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur beserta aparat desa dan warga RW.02 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur berfoto bersama. Aparat setempat yaitu pak Bpk. Syamsuddin selaku Ketua RW.02 Kelurahan Rawamangun berpendapat bahwa kegiatan semacam ini perlu dikembangkan dan perlu diadakan kembali di wilayah kelurahan Rawamangun karena mempunyai dampak yang positif dan bermanfaat bagi warga.

Foto bersama warga RW. 02 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 4 =

*